Rabu, 29 Februari 2012

TRIK JITU CARA MENAWARKAN PRODUKMLM

1. Hargai diri Anda sendiri. Artinya, bila
ingin dihargai orang lain, kita harus
menghargai diri sendiri terlebih dahulu,
misalnya : berpenampilan dan berkelakuan
yang baik, benar, dan sopan serta buatlah
kartu nama yang indah dengan identitas
yang jelas.
2. Perhatikan penampilan Anda. Artinya,
“Kesan pertama begitu meyakinkan dan
selanjutnya terserah Anda”. Untuk
menunjang penampilan secara keseluruhan,
kita perlu memperhatikan, misal: cara
berpakaian, berjalan, bertegur sapa, dan
berbicara.
3. Kemampuan untuk meyakinkan orang
lain. Artinya, tunjukkan bahwa Anda
sebagai seorang yang professional dengan
cara harus bisa meyakinkan orang lain
bahwa kita mampu membantu kebutuhan
orang lain dan sebaliknya orang lain pun
sangat membutuhkan kita.
4. Kuasai produk dan system bisnis
network marketing. Artinya, tidak ada
cara lain yang dapat menunjukkan bahwa
Anda adalah seorang professional, penjual
yang handal, dan perekrut ulung, kecuali
Anda harus menguasai produk yang kita
jual serta mengerti mengenai bisnis
network marketing.
5. Kenali target sasaran Anda. Artinya,
pada saat produk Anda akan ditawarkan,
selayaknya Anda harus memahami
spesifikasi dari produk dan sistemnya serta
segera persipkan kira-kira siapa yang akan
menjadi target sasarannya dan mereka pun
mempersipkannya dengan matang dan
penuh professional.
6. Mampu bekerja sama dengan orang
lain. Artinya, kita memahami bahwa tidak
ada seorang pun di dunia ini yang dapat
hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Kesuksesan Anda pun tidak bisa terjadi
tanpa kerja sama dengan orang lain,
misalnya: Anda harus dapat bekerja sama
dengan upline, downline, agensi, staf
marketing, dan customer Anda.
7. Pelayanan purna jual. Jadilah seorang
penjual yang handal, perekrut yang ulung,
dan seorang professional sejati dengan
memberikan pelayanan yang tuntas dan
tulus ikhlas kepada customer. Jadikanlah
personal service sebagai suatu kelebihan
yang membedakan Anda dari orang lain.
Setiap customer yang bersedia berbisnis
secara teratur dan berkesinambungan, kata
Gus reza, karena ia menghargai Anda
dengan pelayanan purna jualnya, atau
dengan kata lain customer menghargai
Anda secara pribadi yang professional serta
Anda dapat dipercaya sebagai sumber
berharga dan sebagai seorang independen
representatif professional. “Ingat” tegas Gus
Reza Top Leader Tiens Jombang, “Para
customer yang selalu berhubungan dengan
Anda secara berkesinambungan adalah
karena mereka membeli pelayanan,
kelayakan, dan kepercayaan. Dan bisnis
MLM adalah bisnis pelayanan, bisnis
kelayakan, dan bisnis kepercayaan.

5 SEBAB-SEBAB KEGAGALAN DALAMMEREKRUT MEMBER BARU DI BISNIS MLM

1. Tidak “berbicara” kepada masyarakat
luas.
Banyak dari para network marketer merasa
gugup atau tidak percaya diri memperkenalkan
dan menawarkan bisnis yang sedang digelutinya
kepada masyarakat.
Sebagai downline, mintalah bantuan seorang
rekan yang dapat mendukung secara emosional,
yaitu upline, lalu bekerjasama dengannya. Anda
harus berkomunikasi dengan masyarakat jika
ingin mendominasi dan memenangkan kompetisi
pasar. Bayangkan, Anda telah memilih bisnis di
mana penetrasi downline menjadi prioritas, tetapi
tidak memperkenalkannya kepada masyarakat.
1. Membatasi jumlah prospek.
Seorang network marketer pernah berkata, “Aku
telah memperkenalkan bisnis ini kepada sejumlah
orang, namun belum juga melihat hasil jerih
payahku. Ini berarti aku tidak pandai merekrut”. Ia
mengeluhkan hal tersebut bulan demi bulan.
Perlu diketahui, salah satu sebab kegagalannya
adalah karena ia menghabiskan waktunya
memperkenalkan bisnis kepada yang kurang atau
bahkan tidak tertarik dengan bisnis MLM.
Temukan prospek-prospek baru, tetapi tanpa
meninggalkan yang lama. Kemudian perhatikan,
apakah mereka tertarik atau sebaliknya. Jika Anda
semakin terbiasa menggeluti bisnis MLM,
kehadiran prospek-prospek baru bisa
memunculkan semangat, suasana serta gairah
yang baru pula.
1. Keliru memilah prospek.
Jika ini terjadi, pada akhirnya banyak waktu
terbuang percuma. Tak sedikit network marketer
melakukan kesalahan ketika merekrut, sehingga
mempunyai jaringan yang didalamnya berisikan
prospek yang tidak sesuai dengan criteria sebagai
network marketer sejati.
Lantas prospek seperti apa yang memenuhi
kriteria ? adalah mereka yang menunjukkan
gairah saat ditawarkan sebuah peluang bisnis,
dan mampu menularkan gairah tersebut kepada
orang lain. Bukan mereka yang mudah
menyampaikan komplain hanya setelah melihat
formulir pendaftaran yang berbelit-belit.
1. Kurang menguasai teknik percakapan.
Kunci kesuksesan bisnis MLM termasuk
diantaranya kemampuan berkomunikasi.
Sebagaian pelaku bisnis MLM belum mempunyai
keahlihan ini sehingga salah menyampaikan
“pesan” kepada prospek.
Sebisa mungkin, hindari terlalu membicarakan diri
sendiri. Lakukan percakapan secara professional
sambil mencari-tahu kebutuhan hal-hal yang
disenangi prospek, baik dikala bertemu langsung
atau melalui telepon, percakapan dua arah ini
menentukan keberhasilan Anda merekrut. Tak
ada yang lebih buruk bagi seorang upline yang
hanya merekrut demi alasan pribadi, tanpa
mengetahui apa yang menjadi motivasi prospek
menggeluti prospek.
Saat memprospek, perbandingan ucapan “saya”
dan “Anda”, setidaknya 1 berbanding 4. kata
“saya” 1 kali, dan kata “Anda” 4 kali. Itu
menunjukkan bahwa Anda menaruh perhatihan
besar kepadanya. Lalu sebagai latihan lanjutan,
hilangkan mengatakan “saya”, diganti dengan kata
“kita”.
1. Terlalu banyak bicara.
Kebiasaan yang sukar dihilangkan dari para pelaku
MLM yang sedang merekrut adalah mengeluarkan
banyak kata-kata yang tak perlu. Ubah kebiasaan
tersebut dengan berusaha menciptakan suasana
merekrut di mana prospek yang mendominasi
pembicaraan. Suguhkan pertanyaan, dengarkan
jawaban, semakin mereka terbawa suasana,
Anda semakin mengerti apa yang menjadi
motivasi dan kebutuhan mereka.
Umumnya, kita lebih senang menjadi pembawa
presentasi disbanding menjadi peserta. Dan
pembisnis MLM, adalah ibarat pembawa
presentasi yang juga sedang memprospek serta
merekrut. Maka selain menerangkan informasi,
Anda pun harus dapat mengetahui keluhan atau
kebutuhan para pendengar. Anda harus
senantiasa bersosialisasi dengan masyarakat, dan
cara terbaik agar mereka merasa nyaman
bersama Anda, adalah dengan menjadi salah satu
pendengar yang baik.

Tipe-tipe Pelaku Bisnis MLM

Pekerjaan utama pebisnis MLM yang serius adalah merekrut
member baru dan membina mereka agar dapat segera
menjalankan bisnisnya semandiri mungkin.
Tapi tidak semua orang yang bergabung dalam bisnis ini memiliki
visi dan impian yang sama dengan para leader.
Karena itu, kita sebagai leader harus mampu mengidentifikasi
keinginan mereka satu-persatu dan bekerja sesuai dengan karakter
serta tujuan mereka bergabung. Kita tidak bisa memaksakan
kehendak kita pada mereka.
Secara umum, ada empat tipe utama member MLM. Pahami
mereka agar kita bisa menelaah pekerjaan kita dan sejauh mana
kerja sama yang bisa kita terapkan untuk mencapai kesuksesan.
Siapa saja mereka, baca ulasan berikut:
SI PEMAKAI PRODUK
Mereka senang berbelanja produk yang ditawarkan. Senang
memanfaatkan potongan harga dan segala macam promosi
khusus member. Mereka menggunakan produk untuk konsumsi
pribadi karena merasa cocok.
Membangun bisnis atau mencari konsumen bukanlah pekerjaan
yang mereka inginkan. Fokus mereka adalah PRODUK dan
DISKON.
Perlakukan mereka dengan baik, sebagai konsumen. Mereka
biasanya senang mendengar ada produk baru atau penawaran
promosi baru. Maka, setialah memberi informasi bagi mereka dan
mudahkan bagi mereka untuk mengakses produk.
SI PENJUAL
Mereka bergabung dengan bisnis MLM dengan tujuan utama
untuk berdagang. Mereka senang dengan keuntungan dari diskon
yang disediakan perusahaan bagi member dan menggunakannya
untuk meraih keuntungan cepat dari perdagangan. Fokus mereka
adalah MENJUAL PRODUK.
Mereka akan memberi Anda omset grup yang lumayan. Dalam
satu bulan, omset pribadi mereka biasanya diatas rata-rata omset
pribadi member yang lain. Mereka menggerakkan produk dengan
cepat tapi bukan pembangun jaringan.
Sebisa mungkin, perhatikan kebutuhan mereka akan persediaan
barang dan katalog. Dan tidak perlu memaksa mereka untuk
merekrut. Usaha ini mungkin akan sia-sia, meski secara berkala
informasikan saja perkembangan teman-teman dalam bisnis dan
hadiah/bonus yang berhasil mereka raih.
SI PEMBANGUN BISNIS
Mereka adalah golongan yang bisa melihat gambaran utama
keuntungan bisnis MLM. Yaitu sebagai satu jaringan bisnis yang
akan memberikan penghasilan besar bila dibangun dengan baik
hingga membesar.
Pembangun bisnis mengerti bahwa rekrutmen adalah nyawa
dalam bisnis ini dan mereka melakukannya. Mereka lebih fokus
pada PROSES BISNIS ketimbang PRODUK. Rata-rata mereka akan
merekrut tipe pemakai produk dan tipe penjual.
Bantulah mereka untuk terus memahami sistem, cara merekrut
dan memperlakukan prospek atau downline baru. Mereka
golongan yang siap dibina dan mau belajar saat ada waktu untuk
melakukannya. Jangan lelah untuk memberi mereka asupan
beraneka informasi.
SI PENGGERAK BISNIS
Inilah tipe member MLM yang “mendapatkan poin inti”. Mereka
paham bahwa untuk menciptakan bisnis yang besar, mereka
harus MENGGERAKKAN bisnisnya, bukan sekedar “membangun”.
Mereka tidak berfokus pada bisnis, bukan juga pada proses bisnis
tapi pada KEKUATAN BISNIS. Fokus mereka ada pada merekrut
perekrut dan penggerak bisnis lainnya.
Bila penjual fokus pada PRODUK, pembangun bisnis fokus pada
ACTION maka penggerak bisnis fokus pada MINDSET. Mereka
punya gambaran utuh yang sangat kuat atas apa yang mereka
impikan dari bisnis ini.
Perlakuan terhadap mereka haruslah:
» Buat target dan kejar terus mereka untuk merealisasikan
target tersebut
» Pelatihan untuk pengembangan diri
» Bangun kepemimpinan dalam diri mereka
Pebisnis MLM tipe penggerak bisnis adalah orang-orang yang
terlibat 100% dan pemberani. Mereka memahami konsep
kesejahteraan, kemakmuran, kebebasan finansial dan bukan
sekedar kekayaan atau bonus bulanan yang menggiurkan.
Impian mereka biasanya berupa gambaran GAYA HIDUP yang
mapan. Ini melampaui nilai-nilai finansial dari bonus yang
ditawakan. Dan inilah kekuatan yang menggerakkan mereka untuk
menjalankan bisnis MLM yang Anda tawarkan.
Sudah siap menelaah pribadi-pribadi luar biasa dalam grup Anda?
:: Enjoy you MLM pathway, never give up! ::

Cara Cepat Merekrut Downline/Member

Tentunya setiap anggota bisnis MLM ingin mempunyai teman
kerja, yang dikenal dengan downline atau member. Dengan
adanya downline, maka dia akan bisa mengembangkan jaringan.
Semakin berkembang jaringannya, maka dia akan semakin
untung. Namun, faktanya, tidak sedikit anggota MLM yang tidak
bisa punya downline. Mengapa demikian? Salah satu penyebab
utamanya karena mereka tidak memiliki ilmu merekrut downline
serta tidak mempraktekkan ilmu tersebut.
Saya ingin berbagi dengan temen2 bagaimana sich trik merekrut
downline agar mereka tertarik dan mau bergabung?. Ada
beberapa langkah yang mesti Anda perhatikan dan sebaiknya
sebisa mungkin untuk dipraktekkan. OK!
Langkah-langkah merekrut downline:
1. Tulislah daftar nama teman Anda dalam selembar HVS, buatlah
rencana untuk bisa menemui mereka satu persatu atau bisa
berkelompok.
2. Sebelum bertemu, baiknya janjian dulu, katakan pada temen
Anda, "ada hal yang penting yang ingin disampaikan" atau "ada
peluang usaha nih.", dan sebagainya.
3. Saat berjumpa obrolkanlah seputar kehidupan dia dulu, biarkan
dia yang banyak bicara, setelah beberapa saat, mulailah Anda
membuka presentasi dengan mengatakan bahwa Anda lagi
mengikuti bisnis yang menjanjikan kesuksesan. dan motivasiku
karena aku punya impian untuk bisa membahagiakan orang tua,
diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. timbulkan empati.
Kemudian Anda gali impian mereka, dengan menanyakan impian
mereka, terus digali hingga terungkap.
4. Setelah impian mereka tergali, mulailah Anda memperkenalkan
bisnis Anda secara singkat dan jelas. Keluarkan starter-kits dan
jelaskan isinya.
5. Berikan kesempatan untuk bertanya, agar mereka lebih
mengerti.
6. Akhiri pembicaraan Anda dengan kalimat motivasi, seperti "Kita
harus sukses, agar bisa banyak membantu orang" atau "silahkan
pertimbangkan dengan baik, tapi ini peluang emas, sayang kalo
tidak diambil" "saya siap membantu Anda sampai sukses".
7. Pinjamkan starter kit agar prospek bisa mempelajarinya.
8. Lakukan follow up (tindak lanjut) dengan sedikit menjelaskan
yang kemarin dan bertanya pada dia, gimana keputusannya?,,,
jika jawabannya tidak, maka Anda ga boleh memaksanya. Jika
katakan ia, maka segera daftarkan dan beri arahan serta motivasi,
agar jaringan Anda bisa besar.

Cara Cepat Merekrut Downline/Member

Tentunya setiap anggota bisnis MLM ingin mempunyai teman
kerja, yang dikenal dengan downline atau member. Dengan
adanya downline, maka dia akan bisa mengembangkan jaringan.
Semakin berkembang jaringannya, maka dia akan semakin
untung. Namun, faktanya, tidak sedikit anggota MLM yang tidak
bisa punya downline. Mengapa demikian? Salah satu penyebab
utamanya karena mereka tidak memiliki ilmu merekrut downline
serta tidak mempraktekkan ilmu tersebut.
Saya ingin berbagi dengan temen2 bagaimana sich trik merekrut
downline agar mereka tertarik dan mau bergabung?. Ada
beberapa langkah yang mesti Anda perhatikan dan sebaiknya
sebisa mungkin untuk dipraktekkan. OK!
Langkah-langkah merekrut downline:
1. Tulislah daftar nama teman Anda dalam selembar HVS, buatlah
rencana untuk bisa menemui mereka satu persatu atau bisa
berkelompok.
2. Sebelum bertemu, baiknya janjian dulu, katakan pada temen
Anda, "ada hal yang penting yang ingin disampaikan" atau "ada
peluang usaha nih.", dan sebagainya.
3. Saat berjumpa obrolkanlah seputar kehidupan dia dulu, biarkan
dia yang banyak bicara, setelah beberapa saat, mulailah Anda
membuka presentasi dengan mengatakan bahwa Anda lagi
mengikuti bisnis yang menjanjikan kesuksesan. dan motivasiku
karena aku punya impian untuk bisa membahagiakan orang tua,
diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. timbulkan empati.
Kemudian Anda gali impian mereka, dengan menanyakan impian
mereka, terus digali hingga terungkap.
4. Setelah impian mereka tergali, mulailah Anda memperkenalkan
bisnis Anda secara singkat dan jelas. Keluarkan starter-kits dan
jelaskan isinya.
5. Berikan kesempatan untuk bertanya, agar mereka lebih
mengerti.
6. Akhiri pembicaraan Anda dengan kalimat motivasi, seperti "Kita
harus sukses, agar bisa banyak membantu orang" atau "silahkan
pertimbangkan dengan baik, tapi ini peluang emas, sayang kalo
tidak diambil" "saya siap membantu Anda sampai sukses".
7. Pinjamkan starter kit agar prospek bisa mempelajarinya.
8. Lakukan follow up (tindak lanjut) dengan sedikit menjelaskan
yang kemarin dan bertanya pada dia, gimana keputusannya?,,,
jika jawabannya tidak, maka Anda ga boleh memaksanya. Jika
katakan ia, maka segera daftarkan dan beri arahan serta motivasi,
agar jaringan Anda bisa besar.

Cara Cepat Merekrut Downline/Member

Tentunya setiap anggota bisnis MLM ingin mempunyai teman
kerja, yang dikenal dengan downline atau member. Dengan
adanya downline, maka dia akan bisa mengembangkan jaringan.
Semakin berkembang jaringannya, maka dia akan semakin
untung. Namun, faktanya, tidak sedikit anggota MLM yang tidak
bisa punya downline. Mengapa demikian? Salah satu penyebab
utamanya karena mereka tidak memiliki ilmu merekrut downline
serta tidak mempraktekkan ilmu tersebut.
Saya ingin berbagi dengan temen2 bagaimana sich trik merekrut
downline agar mereka tertarik dan mau bergabung?. Ada
beberapa langkah yang mesti Anda perhatikan dan sebaiknya
sebisa mungkin untuk dipraktekkan. OK!
Langkah-langkah merekrut downline:
1. Tulislah daftar nama teman Anda dalam selembar HVS, buatlah
rencana untuk bisa menemui mereka satu persatu atau bisa
berkelompok.
2. Sebelum bertemu, baiknya janjian dulu, katakan pada temen
Anda, "ada hal yang penting yang ingin disampaikan" atau "ada
peluang usaha nih.", dan sebagainya.
3. Saat berjumpa obrolkanlah seputar kehidupan dia dulu, biarkan
dia yang banyak bicara, setelah beberapa saat, mulailah Anda
membuka presentasi dengan mengatakan bahwa Anda lagi
mengikuti bisnis yang menjanjikan kesuksesan. dan motivasiku
karena aku punya impian untuk bisa membahagiakan orang tua,
diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. timbulkan empati.
Kemudian Anda gali impian mereka, dengan menanyakan impian
mereka, terus digali hingga terungkap.
4. Setelah impian mereka tergali, mulailah Anda memperkenalkan
bisnis Anda secara singkat dan jelas. Keluarkan starter-kits dan
jelaskan isinya.
5. Berikan kesempatan untuk bertanya, agar mereka lebih
mengerti.
6. Akhiri pembicaraan Anda dengan kalimat motivasi, seperti "Kita
harus sukses, agar bisa banyak membantu orang" atau "silahkan
pertimbangkan dengan baik, tapi ini peluang emas, sayang kalo
tidak diambil" "saya siap membantu Anda sampai sukses".
7. Pinjamkan starter kit agar prospek bisa mempelajarinya.
8. Lakukan follow up (tindak lanjut) dengan sedikit menjelaskan
yang kemarin dan bertanya pada dia, gimana keputusannya?,,,
jika jawabannya tidak, maka Anda ga boleh memaksanya. Jika
katakan ia, maka segera daftarkan dan beri arahan serta motivasi,
agar jaringan Anda bisa besar.

Cara Cepat Merekrut Downline/Member

Tentunya setiap anggota bisnis MLM ingin mempunyai teman
kerja, yang dikenal dengan downline atau member. Dengan
adanya downline, maka dia akan bisa mengembangkan jaringan.
Semakin berkembang jaringannya, maka dia akan semakin
untung. Namun, faktanya, tidak sedikit anggota MLM yang tidak
bisa punya downline. Mengapa demikian? Salah satu penyebab
utamanya karena mereka tidak memiliki ilmu merekrut downline
serta tidak mempraktekkan ilmu tersebut.
Saya ingin berbagi dengan temen2 bagaimana sich trik merekrut
downline agar mereka tertarik dan mau bergabung?. Ada
beberapa langkah yang mesti Anda perhatikan dan sebaiknya
sebisa mungkin untuk dipraktekkan. OK!
Langkah-langkah merekrut downline:
1. Tulislah daftar nama teman Anda dalam selembar HVS, buatlah
rencana untuk bisa menemui mereka satu persatu atau bisa
berkelompok.
2. Sebelum bertemu, baiknya janjian dulu, katakan pada temen
Anda, "ada hal yang penting yang ingin disampaikan" atau "ada
peluang usaha nih.", dan sebagainya.
3. Saat berjumpa obrolkanlah seputar kehidupan dia dulu, biarkan
dia yang banyak bicara, setelah beberapa saat, mulailah Anda
membuka presentasi dengan mengatakan bahwa Anda lagi
mengikuti bisnis yang menjanjikan kesuksesan. dan motivasiku
karena aku punya impian untuk bisa membahagiakan orang tua,
diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. timbulkan empati.
Kemudian Anda gali impian mereka, dengan menanyakan impian
mereka, terus digali hingga terungkap.
4. Setelah impian mereka tergali, mulailah Anda memperkenalkan
bisnis Anda secara singkat dan jelas. Keluarkan starter-kits dan
jelaskan isinya.
5. Berikan kesempatan untuk bertanya, agar mereka lebih
mengerti.
6. Akhiri pembicaraan Anda dengan kalimat motivasi, seperti "Kita
harus sukses, agar bisa banyak membantu orang" atau "silahkan
pertimbangkan dengan baik, tapi ini peluang emas, sayang kalo
tidak diambil" "saya siap membantu Anda sampai sukses".
7. Pinjamkan starter kit agar prospek bisa mempelajarinya.
8. Lakukan follow up (tindak lanjut) dengan sedikit menjelaskan
yang kemarin dan bertanya pada dia, gimana keputusannya?,,,
jika jawabannya tidak, maka Anda ga boleh memaksanya. Jika
katakan ia, maka segera daftarkan dan beri arahan serta motivasi,
agar jaringan Anda bisa besar.